Postingan

Hujan dan Rasa Syukur

Beberapa hari ini hujan rajin datang. Mengguyur daerah tempat kami bernaung. Kalau hujan datang, rasanya ada yang berbeda. Seolah ini waktu yang tepat untuk merenung. Nuansa muhasabah dalam keheningan malam. Serupa momen memikirkan kembali segala sesuatu. Memikirkan kenangan yang berkesan atau pun rencana di masa depan yang saling berlintasan. Bukan overthinking cuman ingin mendekap guling sembari bergelung dalam selimut. Membiarkan pikiran bermain dan jiwa merasa. Nikmatnya. Neuron dan jaringan saraf didalam pikiran saling bertautan membawa peristiwa yang telah lalu maupun yang diharap terjadi kedalam nyata pikiran. Memaknai segala peristiwa yang pernah terjadi sebagai peristiwa yang memang harus terjadi, tanpa penyesalan dan tanpa harapan kembali kecuali untuk merasakan momennya sekali lagi. Berdamai dengan masa lalu sehingga tidak ada lagi keinginan merubahnya. Masa lalu bagaimanapun adalah yang membentuk kita saat ini. Melalui masa lalu yang sedemikian berliku, kita telah sampai pa...

Pernikahan dan Ujiannya

Setiap fase kehidupan manusia sebenarnya adalah ujian. Selalu seperti itu. Termasuk dalam pernikahan. Adalah ujian. Hal yang berbeda adalah tidak setiap orang menyadari bahwa menikah itu memasuki gerbang ujian. Dan tidak setiap ujian dalam pernikahan dimaknai sebagai ujian, melainkan sebagai permasalahan. Sesuatu yang dianggap masalah dimaknai oleh hati dan pikiran sebagai sesuatu yang tidak mengenakan dan bagaikan sesuatu beban. Berbeda jika dipandang sebagai ujian, kalau dulu semasa sekolah ujian adalah perlu diselesaikan dengan perjuangan. Dimana seseorang pasti lah buka buku, cari teori, menghapal melakukan pemahaman dan berusaha mati-matian.  Sekarang coba perhatikan dalam pernikahan, tentu tidak jarang seseorang yang mengalami ujian dalam pernikahannya lalu memilih menyerah diawal. Jika ini sebuah ujian, yang bersangkutan memilih menyerah pada nomor awal, baru 10 pilihan ganda sudah menyerah katakanlah seperti itu. Apakah sudah berusaha dan berjuang? Apakah sudah berusaha den...

Berselingkuh di Lingkungan Perkantoran = Tidak Berintegritas?

Pada pemarapan berikut, tidak akan dalam membahas mengenai perselingkuhan itu sendiri. Tetapi fokus pada apakah perselingkuhan merupakan bentuk bahwa seseorang memiliki integritas atau tidak. Secara sederhana, jika dilihat dari kacamata keluarga tentu saja tidak berintegritas. Dengan alasan sudah mengkhianati pasangannya. Ketidaksetiaan terhadap pasangan adalah bentuk nyata dari pengkhianatan. Nah, tetapi yang menentukan tidaknya seseorang melakukan perselingkuhan adalah pasangan resminya karena setiap pasangan memiliki definisi yang berbeda tentang perselingkuhan itu sendiri. Ada pasangan yang memang mengijinkan pasangannya untuk dekat dengan lawan jenis sampai dengan batasan tertentu, sepanjang tidak melakukan hubungan seksual maka pasangan tersebut sepakat bahwa itu adalah bukan perselingkuhan. Tetapi ada pula pasangan yang menganggap bahwa pergi berdua beberapa kali dengan lawan jenis lainnya dimana pasangannya tersebut memiliki perasaan terhadap lawan jenisnya tersebut adalah suda...

Mind Your Own Business

Sebagai seseorang yang telah lama hidup di dunia, tentunya quote Mind Your Own Business  akan terasa familiar. Quote tersebut dapat dimaknai untuk tidak mencampuri urusan orang lain atau dengan bahasa positif merupakan ajakan untuk lebih fokus terhadap urusan pribadi. Saya pikir itu sebuah nasehat yang baik, karena dari jaman dahulu manusia memang senang mengurus dan melirik urusan yang sebenarnya bukan urusan pribadinya. Manusia sebagai makhluk sosial memang memiliki kecenderungan untuk perhatian kepada urusan orang lain. Di beberapa budaya hal tersebut didorong dengan keyakinan bahwa peduli terhadap orang lain adalah penting, misalnya peduli terhadap saudara kandung, kerabat dekat dan lainnya. Kepedulian dalam bentuk saling tolong menolong, saling mengunjungi dan hal umum lainnya. Tetapi tidak jarang kepedulian itu masuk ke ranah pribadi. Misalnya memberikan masukan yang sebenarnya tidak perlu. Berkomentar untul hal-hal yang justru membuat objek yang dikomentari menjadi panas dan...

Bertamu Kala Pandemi

Terhitung sudah hampir setahun Pandemi Covid19 mewabahi Indonesia.Wabah Covid19 pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada Desember 2019. Sejak saat itu, pemberlakuan lockdown yang dilakukan Cina berturut-turut diikuti oleh sejumlah negara yang mulai mengidentifikasi adanya paparan Virus Covid19 pada warga negaranya. Hal yang sama mulai dilakukan Indonesia pada Bulan April 2020. Saat itu, masih teringat ketika pemberlakuan PSBB di Wilayah DKI Jakarta pertama kali dilakukan. Pemberlakuan PSBB diawali dengan diidentifikasinya masyarakat yang terpapar virus Covid19. Kala itu serentak masyarakat berbondong-bondong berburu masker dan handsanitizer. Tampak seluruh toko kehabisan barang-barang medis tersebut. Kondisi diikuti oleh sejumlah spekulasi lainnya yang menyatakan bahwa wabah akan merambah pada sosial ekonomi yang menyebabkan krisis. Waktu berlalu dan hal tersebut memang terjadi, seperti PHK di banyak lapangan kerja, kerugian materiil yang dialami oleh banyak pengusaha, dan lainnya. T...

Resign

Sejak tanggal 1 Agustus 2020, seorang perempuan menuai keputusannya untuk sepenuh hati menghabiskan waktu-waktu berharganya di rumah. Keputusan ini, tentu saja merupakan hasil dari pertimbangan dan diskusi yang panjang dengan suami dan keluarga tercinta. Bukan tanpa sebab, bermuara pada keputusan yang sekaligus menghentikan karirnya sejenak. Alasan ingin lebih dekat dengan buah hati tentu yang pertama. Ingin memantau perkembangan anak-anak secara detail suara hati kecil perempuan itu bergemuruh. Bukannya tidak mungkin melakukan pengamatan dengan tetap bekerja sih, tetapi mumpung anak anak masih usia dini, ingin sekali untuk meminimalisir kendala yang dapat membuatnya ketinggalan sesuatu yang baru dari anak anaknya. Keputusan ini rupanya memang sudah menjadi ketetapan Illahi, jalan perempuan muda tersebut nyatanya dimudahkan. Ia pun resign dari perusahaan ternama di negeri ini dengan pelepasan yang mengharukan. Setidaknya bagi dirinya, dan bagi orang orang terdekatnya. Puluhan notifikas...

Lebaran #Dirumahaja

Lebaran di new normal yang hampir semua orang tidak menginginkannya. Kebanyakan dari kita biasanya sudah merencanakan dari jauh jauh hari untuk berkumpul dan merayakan hari yang fitri bersama keluarga serta sanak famili didaerah masing masing. Tidak terkecuali saya, yang sudah dari beberapa bulan sebelumnya mereservasi villa di daerah Lembang untuk hari raya idul fitri bersama orangtua dan kakak kakak. Sudah sekian purnama kami kesulitan berkumpul karena kondisi yang ada ada saja sehingga kesempatan berkumpul bersama yg selayaknya dilakukan pada hari raya kemarin menjadi perencanaan yang menyenangkan. Tapi ya itulah, manusia hanya bisa berencana. Kehadiran pandemi covid19 benar benar meluluhlantakan semua rencana saya dan keluarga. Sekali lagi kami harus merayakan idul fitri dengan tidak lengkap. Hal ini terprediksi dibulan sebelumnya melihat situasi pandemi yang enggan berdamai sehingga reservasi kami reschedule menjadi beberapa bulan ke depan meskipun kami sendiri harap harap cemas a...