Hujan dan Rasa Syukur
Beberapa hari ini hujan rajin datang. Mengguyur daerah tempat kami bernaung. Kalau hujan datang, rasanya ada yang berbeda. Seolah ini waktu yang tepat untuk merenung. Nuansa muhasabah dalam keheningan malam. Serupa momen memikirkan kembali segala sesuatu. Memikirkan kenangan yang berkesan atau pun rencana di masa depan yang saling berlintasan. Bukan overthinking cuman ingin mendekap guling sembari bergelung dalam selimut. Membiarkan pikiran bermain dan jiwa merasa. Nikmatnya. Neuron dan jaringan saraf didalam pikiran saling bertautan membawa peristiwa yang telah lalu maupun yang diharap terjadi kedalam nyata pikiran. Memaknai segala peristiwa yang pernah terjadi sebagai peristiwa yang memang harus terjadi, tanpa penyesalan dan tanpa harapan kembali kecuali untuk merasakan momennya sekali lagi. Berdamai dengan masa lalu sehingga tidak ada lagi keinginan merubahnya. Masa lalu bagaimanapun adalah yang membentuk kita saat ini. Melalui masa lalu yang sedemikian berliku, kita telah sampai pa...