Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Lebaran #Dirumahaja

Lebaran di new normal yang hampir semua orang tidak menginginkannya. Kebanyakan dari kita biasanya sudah merencanakan dari jauh jauh hari untuk berkumpul dan merayakan hari yang fitri bersama keluarga serta sanak famili didaerah masing masing. Tidak terkecuali saya, yang sudah dari beberapa bulan sebelumnya mereservasi villa di daerah Lembang untuk hari raya idul fitri bersama orangtua dan kakak kakak. Sudah sekian purnama kami kesulitan berkumpul karena kondisi yang ada ada saja sehingga kesempatan berkumpul bersama yg selayaknya dilakukan pada hari raya kemarin menjadi perencanaan yang menyenangkan. Tapi ya itulah, manusia hanya bisa berencana. Kehadiran pandemi covid19 benar benar meluluhlantakan semua rencana saya dan keluarga. Sekali lagi kami harus merayakan idul fitri dengan tidak lengkap. Hal ini terprediksi dibulan sebelumnya melihat situasi pandemi yang enggan berdamai sehingga reservasi kami reschedule menjadi beberapa bulan ke depan meskipun kami sendiri harap harap cemas a

TENTANG PERNIKAHAN

Sebelum nikah dulu, ada senior yang bilang sama saya kalau pernikahan itu bukan tentang mendekatkan diri pada orang lain, tapi membuat diri dekat dengan Allah. Kenapa begitu, karena ketika menikah hanya Allah yang dapat menjaga pernikahan kita. Lebih jauh seiring dengan berjalannya hari, saya melihat pernikahan juga bukan tentang melengkapi diri. Seseorang yang memutuskan untuk menikah sudah seharusnya melengkapi dirinya sendiri dan tidak mengandalkan pasangan atas ketidaksempurnaan dirinya. Ketika seseorang yang menikah karena melihat dengan pasangannya dia akan sempurna. Akan lebih enak hidupnya, akan lebih bahagia, akan lebih nyaman ya siap siap kecewa. Kenapa? karena itu semua soal rasa. Dan namanya rasa itu naik turun berubah-ubah yang mana kendalinya ada dalam diri kita. Mintakan pertolonganNya agar diberikan bahagia terus dalam pernikahan. Dan, sebagai wanita bekerja saya sangat paham dengan yang namanya office romance. Saya melihat banyak terjadi sampai itu menjadi biasa. Seben

MELEPASKAN DIRI DARI SAKIT HATI

Kali ini saya mau bahas sedikit soal hubungan antar manusia dengan teori ngawur yg semoga ada manfaat. Judulnya ngawur ngawur berfaedah. :stuck_out_tongue_winking_eye: . Nah saya mau bagi tips gimana sih cara buat ngilangin rasa sakit hati kita sama orang lain. Misalnya nih ada orang yg abis ngejahatin kita tp kita liat dia sukses bener hidupnya kan. Bete gak tuh? Sedikit sih iyaa tp kan gak nyelesein masalah maka tips ini bisa dipakai: 1. Pastikan kalau penilaian kita sudah objektif. Tadi kan diawal kita mikir dia yg jahat yak, yee GR sapa tau kita yg ngeselin. Jadi buat list lg apa apa yg menurut kita gak fair terus buat kontra-nya biar gak terjebak dalam playing victim yg gak baik buat diri sendiri. 2. Sibukin diri dgn aktivitas yg berfaedah dan positif. Ketika kamu masih bisa mikir gondok apalagi kepo terus julidin orang adalah karena hidup kamu sepi ama aktivitas. Meskipun bener misal doi emang jahat ama kita. Menggerutu dibelakang niscaya gak mendatangkan manfaat apapun buat kita

SEBUAH PILIHAN

Acap kali manusia berada pada persimpangan kehidupan yang membuatnya harus memilih. Pilihan yang kedepannya akan menentukan langkah selanjutnya. Berbagai konsekuensi pun mengikuti atas pilihan tersebut. Sebagai manusia seringkali khawatir dengan konsekuensi atas pilihan yang diambilnya dan lebih memilih kenyamanan karena takut terhadap perubahan. Padahal kondisi kenyamanan itu tidak selamanya baik. Dan Perubahan itu sendiri tidak selamanya buruk. Selain itu pengetahuan manusia yang terbatas juga seringkali terbentur pada kesulitan untuk membayangkan sebuah kondisi ketidakpastian. Semua mengalaminya. Adalah suatu ciri yang membuat manusia harus memilih khususnya ketika kondisi kelelahan secara psikologis dialaminya. Merasa bersalah, tidak nyaman, dan penyesalan adalah kondisi yang seharusnya dihindari untuk kesehatan mental yang lebih baik. Kondisi tersebut bukan tidak mungkin kerap muncul khususnya pada kondisi persimpangan. Pada saat itulah, pilihan menjadi lebih baik daripada terus m

DAHULUKAN KONTEN DARI KEMASAN

Alm. papa saya selalu mengajarkan bahwa cantik itu bonus.. percuma kalo gak pinter. Saya waktu itu belom ngerti apa maksudnya. Tapi beranjak dewasa dan ketemu dengan orang2 yg super duper hebat serta rendah hati, cantik cakep dan berduit terus saya jadi paham apa maksudnya Beberapa waktu lalu obrolan di salah satu grup di kantor juga sempet nyerempet soal ini. Gimana pentingnya membangun personal branding disertai self presentation yang sesuai. Sangat menarik memang topik tersebut untuk dibahas lebih jauh. Tetapi ada hal yg orang sering lupa yaitu soal niat dan tujuannya. Dibalik ini semua, rata rata yang benar benar jadi panutan dan memiliki nama besar yg positif itu adalah orang2 yg secara konten menebar manfaat disertai ketulusan niat. Saya kenal dan bbrp kali sharing dgn orang yg disebut di grup itu. Dia bukan sekedar gigih, cerdas dan pekerja keras. Lebih jauh, dia niatkan semua upayanya untuk menyenangkan keduaorangtuanya, membiayai pengobatan ibunya, dan membantu suaminya menjau